Memaknai Terrorisme: Animal Liberation Front. sebuah perspektif pembebasan
Oleh Pujangga Pandunagara
Toodz House
22/9/12
Terorisme, sebuah kata yang sangat dekat di telinga kita dan terdengar begitu menyeramkan.
Berbagai perangkat hukum dibentuk untuk menangani soal terorisme. Tapi apa sebenarnya terorisme? Kejahatan apa yang seseorang lakukan sehingga disebut teroris?
Terorisme tidak mudah untuk didefinisikan, merupakan sebuah kata yang ambigu. Para ahli pun tak kunjung bersepakat mengenai definisi terorisme.
Pada umumya, terorisme dijelaskan sebagai penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik). Lalu bagaimana dengan perang? Invasi israel ke palestina? Amerika terhadap Irak? Penembakan muslim Kashmir oleh milisi India?
Animal Liberation Front (ALF). Sebuah gerakan untuk hak-hak hewan, sebuah organisasi tanpa keanggotaan, perjuangan para anonim untuk pembebasan.
ALF bertujuan menyelamatkan hewan yang harus menderita untuk kepentingan manusia dan industri. Tindakan mereka sangat keras, mereka merusak sejumlah laboratorium, pasar hewan, factory farms, fur farms, dll dengan tujuan menyelamatkan hewan di dalamnya dan mengakhiri operasi institusi tersebut.
Namun mereka menyebut aksi mereka sebagai aksi tanpa kekerasan. Mereka memastikan tidak ada manusia dan hewan yang terluka dalam setiap aksinya. Mereka pejuang professional bukan sekedar vandalis jalanan.
Apa yang dilakukan justru melawan penindasan. Bagi mereka, teroris yang sebenarnya adalah pihak yang menuduh mereka teroris.
Sebuah ungkapan tentang pihak-pihak yang merasa label teroris tidak pantas disandang; "One man's terrorist, is another man's freedom fighter".